Header Ads

Solidaritas Lintas Sanggar Perkuat Identitas Seni Tradisional Padangsidimpuan

Solidaritas Lintas Sanggar Perkuat Identitas Seni Tradisional Padangsidimpuan

​PADANGSIDIMPUAN – Semarak pelestarian kesenian daerah kembali bergema di Kota Padangsidimpuan. Sore tadi, Jumat (29/05/2026), Lingkungan IV Kelurahan Sitamiang Baru menjadi saksi pergerakan seni kolaboratif yang menggabungkan kekuatan tradisi dengan semangat kepemudaan. Penampilan menarik dari Sanggar Seni Langen Budi Utomo yang bersinergi dengan Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan mampu menuai apresiasi dari warga masyarakat setempat.

​Pertunjukan seni Jaran Kepang dan iringan gamelan yang disajikan sore tadi bukanlah pertunjukan biasa. Para pemain senior yang turun ke lapangan langsung menampilkan keahlian teknis tingkat tinggi, mencerminkan dedikasi panjang dalam menjaga pakem seni tradisional agar tetap autentik. Penonton yang tak pernah putus antusias nya, mengambil posisi area strategis untuk menyaksikan pertunjukan yang unik dan sangat legend, memberikan respons positif terhadap setiap dentuman gamelan dan gerakan tari yang disajikan.

Tampak dari sudut lain ​hadir sosok sentral di balik dukungan kegiatan ini yaitu tokoh kepemudaan Sitamiang Baru Bakaran Batu, Bapak Naza Siregar. Kehadirannya di tengah-tengah masyarakat menegaskan pentingnya peranan generasi muda dalam mengisi wadah kegiatan-kegiatan yang berbau kearifan lokal. Turut mendampingi, perwakilan dari DPD Krida Manunggal Budaya (KMB) Sumut Padangsidimpuan Wahyu Diyono, yang hadir untuk memperkuat barisan pelestarian budaya di tingkat akar rumput.

​Kelancaran acara ini menyisakan refleksi mendalam bagi tokoh masyarakat dan pegiat budaya yang hadir. Di balik riuh penonton masyarakat, terselip harapan besar agar seni tradisional tidak sekadar menjadi kegiatan musiman.

​Perwakilan DPD KMB Sumut Padangsidimpuan dalam keterangannya menyatakan bahwa sanggar seni saat ini harus diposisikan sebagai aset strategis daerah. "Kami memandang sanggar-sanggar seperti Langen Budi Utomo dan Tri Laras memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu program unggulan di Kota Padangsidimpuan. Kita adalah garda terdepan dalam merawat identitas budaya kita di tengah gempuran modernisasi," ujar Wahyu.

​Disesi lain, dalam wawancara singkat di lokasi, ditegaskan bahwa dukungan masyarakat saja tidaklah cukup. Keberlangsungan ekosistem seni budaya sangat bergantung pada kebijakan yang berpihak pada pelaku seni. "tambahnya".

​"Kami berharap dinas terkait dan pemerintah daerah dapat melihat momentum ini sebagai kebutuhan. Kesenian tradisional membutuhkan dukungan sarana, akses, serta wadah untuk tampil secara reguler. Jika pemerintah menjadikan ini sebagai program prioritas, kita tidak hanya melestarikan seni, tetapi juga membangun karakter dan destinasi budaya yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat lokal," pungkasnya.

​Pertunjukan yang selalu di hadiri antusias masyarakat ini di Sitamiang Baru hari ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi yang tepat antara tokoh kepemudaan, organisasi budaya, dan masyarakat, warisan leluhur dapat terus bernapas di tengah dinamika zaman. DPD Krida Manunggal Budaya berkomitmen untuk terus menjadi jembatan dalam memperjuangkan aspirasi ini kepada pemangku kebijakan.

Kompas Budaya

Padangsidimpuan

KMB Krida manunggal budaya sumut Padangsidimpuan


Tidak ada komentar

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Organisasi Paguyuban Krida Manunggal Budaya (KMB) Padangsidimpuan Sumatera Utara
Gambar tema oleh fpm. Diberdayakan oleh Blogger.